Sabtu, 10 Januari 2015

Contoh Laporan Hasil Penelitian



“Pengaruh Cahaya Matahari Terhadap Pertumbuhan Kecamabah”
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang berperan sebagai produsen di muka bumi ini. Dalam ekosistem terdapat dua macam komponen yang saling ketergantungan, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik . komponen biotik terdiri dari tumbuhan, hewan, dan manusia. Sedangkan komponen abiotik antara lain : udara, gas, angina, cahaya, matahari, dan sebagainya. Antara komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi, misalnya, tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis. Hasil fotosintesis di butuhkan oleh makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, kami mengadakan eksperimen untuk mengetahui apakah benar ada pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kacang hijau.

1.2 Tujuan dan Manfaat Penelitian
     1.2.1 Tujuan Penelitian
       Tujuan kami melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut :
      a) Kami ingin mengetahui, apakah benar ada pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kacang hijau
          b) Kami Ingin mengetahui dan mengkaji masalah pengaruh cahaya matahari    terhadap kecamabah.
      c)  Kami ingin mengetahui bagaimana cahaya matahari dapat mempengaruhi  pertumbuhan kecamabah.
      1.2.2 Manfaat Penelitian
Manfaat dari pecobaan ini adalah supaya kita mengetahui betapa pentingnya pengaruh cahaya matahari bagi makhluk hidup, tak terkecuali terhadap pertumbuhan tanaman .
1.2.3 Variabel Penelitian
     1. Variabel kontrol, meliputi :
media tumbuh,  jenis bibit, jumlah air.
 2. Variabel bebas, meliputi :
            suhu udara, jumlah cahaya, kelembaban udara.
         3. Variabel terikat, meliputi :
                      jumlah daun, tinggi batang, usia tanaman, kualitas tanaman
         4. Variabel penganggu, meliputi :
                     Hujan, serangga



BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Banyak faktor yang mepengaruhi pertumbuhan di antaranya adalah faktor genetik untuk internal dan faktor eksternal terdiri dari cahaya, kelembapan, suhu, air, dan hormon. Untuk proses perkecambahan banyak di pengaruhi oleh faktor cahaya dan hormon, walaupun faktor yang lain ikut mempengaruhi. Menurut leteratur perkecambahan di pengaruhi oleh hormon auksin , jika melakukan perkecambahan di tempat yang gelap maka akan tumbuh lebih cepat namun bengkok, hal itu disebabkan karena hormon auksin sangat peka terhadap cahaya, jika pertumbuhannya kurang merata. Sedangkan di tempat yang perkecambahan akan terjadi relatif lebih lama, hal itu juga di sebabkan pengaruh hormon auksin yang aktif secara merata ketika terkena cahaya. Sehingga di hasilkan tumbuhan yang normal atau lurus menjulur ke atas
Sinar matahari memang berguna bagi fotosintesis pada tumbuhan, namun efek lain dari sinar matahari ini adalah menekan pertumbuhan sel tumbuhan. Hal ini menyebabkan tumbuhan yang diterpa cahaya matahari akan lebih pendek daripada tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap. Peristiwa ini disebut dengan etiolasi, yaitu pertumbuhan sel tumbuhan yang sangat cepat di tempat gelap.
Etiolasi = fenomena yang diperlihatkan tumbuhan yang tumbuh dalam gelap, bercirikan warna pucat, ruas panjang-panjang, dan daun kecil.
Dampak tanaman akibat etiolasi adalah tanaman tidak dapat melakukan proses fotosintesis. Padahal proses fotosintesis bertujuan untuk menghasilkan karbohidrat yang berperan penting dalam pembentukan klorofil. Karena karbohidrat tidak terbentuk, daun pun tanpa klorofil sehingga daun tidak berwarna hijau, melainkan kuning pucat.
Kondisi gelap juga memacu produksi hormon auksin. Auksin adalah hormon tumbuh yang banyak ditemukan di sel-sel meristem, seperti ujung akar dan ujung batang. Oleh karena itu, tanaman akan lebih cepat tumbuh dan panen.
 Istilah auksin berasal dari bahasa yunani yaitu auxien yang berarti meningkatkan. Auksin ini pertama kali digunakan Frits Went, seorang mahasiswa pascasarjana di negeri belanda, yang menemukan bahwa suatu senyawa yang belum dapat dicirikan mungkin menyebabkan pembengkokan koleoptil ke arah cahaya. Fenomena pembengkokan ini dikenal dengan istilah fototropisme. Senyawa ini banyak ditemukan Went didaerah koleoptil. Aktifitas auksin dilacak melalui pembengkokan koleoptil yang terjadi akibat terpacunya pemanjangan pada sisi yang tidak terkena cahaya matahari. Dan Hasil penelitian beliau, pada tahun 1928 produksi auksin terhambat pada tanaman yang sering terkena sinar matahari.
Selain itu, enzim riboflavin pada ujung batang menyerap sinar nila dari sinar matahari. Sinar nila perusak enzim-enzim yang membentuk pembentukan asam indo asetat (salah satu jenis auksin). Itulah sebabnya, pertumbuhan tanaman etiolasi selalu lebih cepat, tapi batang tampak layu karena mengandung banyak air.
Akibat tidak ada sinar matahari organ perbanyakan pada tanaman, lama-lama mengkerut lalu mati karena tidak mendapat sumber makanan.
 Selain itu, Para ahli fisiologi telah meneliti pengaruh auksin dalam proses pembentukan akar lazim, yang membantu mengimbangkan pertumbuhan sistem akar. Terdapat bukti kuat yang menunjukkan bahwa auksin dari batang sangat berpengaruh pada awal pertumbuhan akar. Bila daun muda dan kuncup, yang mengandung banyak auksin dipangkas, maka jumlah pembentukan akar akan berkurang. Bila hilangnya organ tersebut diganti dengan auksin, maka kemampuan membentuk akar sering terjadi kembali


2.2 Hipotesis
      a)      Tanaman etiolasi memiliki tinggi batang yang lebih tinggi daripada tanaman yang terkena sinar matahari.
      b)      Tanaman etiolasi nampak lebih layu daripada tanaman yang terkena sinar matahari.
      c)      Jumlah daun tanaman etiolasi sama dengan tanaman yang terkena sinar matahari.
      d)     Warna daun tanaman etiolasi berwarna kuning pucat, sedangkan warna daun tanaman yang terkena sinar matahari berwarna hijau.
      e)      Tanaman etiolasi memiliki usia lebih pendek daripada tanaman yang terkena sinar matahari.



BAB III      
METODE PENELITIAN
3.1 Waktu
Percobaan ini dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus – 3 September 2014
3.2  Tempat
            Penelitian ini dilakukan di jalan Sutoyo Indah no 1, Pontianak
3.3  Alat Dan Bahan
v 3 buah wadah plastik biskuit.
v Kapas secukupnya.
v Beberapa bibit kecambah .
v Air secukupnya.
v Spidol.
3.4             Cara kerja
     2.     Pilihlah bibit kecambah untuk diteliti.
     3.     Siapkanlah 3 buah wadah plastik biskuit.
     4.     Tulislah pada wadah plastik yang pertama dengan tulisan “pot 1”, wadah plastik yang kedua dengan tulisan “pot 2”, dan wadah plastik yang ketiga dengan tulisan “pot 3”.
     5.     Letakanlah beberapa kapas bengan ketebalan masing-masing 1 cm-2 cm pada tiap wadah plastik
     6.     Tanamlah pada tiap wadah plastik tadi dengan masing-masing 5 bibit kecamabah.
     7.     Letakanlah wadah plastik yang pertama pada tempat yang terkena cahaya matahari dan wadah plastik yang kedua di tempat yang redup ( tidak terkena cahaya secara langsung), dan wadah plastik yang ketiga di tempat gelap yang sama sekali tidak terkena cahaya matahari.
     8.     Siramilah ketiga wadah plastik tersebut dengan jumlah air yang sama banyak (secukupnya) secara rutin setiap 2 hari .
     9.     Amatilah pertumbuhan ketiga kecamabah tersebut dan masukkan data-data yang ada pada tabel yang sudah disediakan.



BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

1. Tabel Pengamatan

Tabel 1 (POT 1 diletakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari)
Usia tanaman
Jumlah
daun
Tinggi batang (cm)
Keadaan/kualitas tanaman
  9 hari
7
28 cm
Tanaman memiliki ciri-ciri panjang kurus, batang berwarna putih, daunnya kecil & tipis, berwarana hijau muda


Tabel 3 (POT 3 diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari)
Usia tanaman
Jumlah
daun
Tinggi batang (cm)
Keadaan/kualitas tanaman
9 hari
11
10,3 cm
Tanaman memiliki ciri batang tidak teralu panjang & kurus, batang berwarna agak kehijauan & bagian bawahnya agak ungu, daunnya lebih besar dan berwarna hijau tua
4.2 Pembahasan

Kecamabah yang dietiolasi (tumbuhan yang tumbuh dalah gelap) pertumbuhannya lebih cepat daripada tanaman yang terkena banyak sinar natahari maupun di tempat yang redup karena kerja hormon auksin tidak dihambat oleh sinar matahari. Auksin adalah hormon tumbuh yang banyak ditemukan di sel-sel meristem, seperti ujung akar dan ujung batang. Oleh karena itu, tanaman akan lebih cepat tumbuh.
Akan tetapi batang tanaman tersebut tidah bisa tegak, melainkan melengkung. Begitu juga dengan daunnya. Daun tanaman tersebut nampak layu dan tidak segar, serta berwarna hijau kekuning-kuningan dan agak pucat. Hal ini terjadi karena tanaman tidak mendapat sinar matahari sama sekali sehingga tanaman tidak mampu menghasilkan karbohidrat untuk pembentukkan klorofil. Tanaman ini juga memiliki kadar air yang berlebih akibat tidak terkena sinar matahari. Dan  karena  tidak mendapatkan sinar matahari, lama-lama akan mengkerut lalu mati karena tidak mendapat sumber makanan.
Sedangkan kecamabah yang mendapatkan sedikit sinar matahari / diletakkan di tempat redup pertumbuhannya berjalan normal. Tanaman nampak segar karena mendapatkan cukup sinar matahari. Daun tanaman tersebut berwarna hijau muda. Pertumbuhannya berjalan normal ke atas. Hormon auksin pada tanaman ini berjalan dengan normal yang mengakibatkan tidak terlalu tinggi. Daun juga mendapatkan cukup sinar matahari untuk pembentukan  klorofil dari karboidrat.
Berbeda lagi dengan tanaman yang selalu terkena cahaya matahari. Pertumbuhan tanaman ini sangat terhambat. tetapi tekstur batangnya sangat kuat dan juga warna daunnya nampak berwarna hijau tua dan terlihat lebih segar. Hal ini terjadi karena tumbuhan terlalu banyak mendapatkan cahaya matahari yang menyebabkan hormon auksin terhambat sehingga tanaman menjadi kerdil / pendek.

BAB V

PENUTUP
5.1 Kesimpulan

Dari percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa :
      1.      Tanaman etiolasi memiliki tinggi batang yang lebih tinggi daripada tanaman yang terkena cahaya matahari.
      2.      Tanaman etiolasi nampak lebih layu daripada tanaman yang terkena sinar matahari
      3.     Sinar matahari mempengaruhi
      4.      Sinar matahari merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan kecamabah.
      5.   
5.2 Saran
Di muka bumi ini, tumbuhan adalah sumber makanan, saran kami adalah marilah kita menjaga kelestarian tanaman karena kita menyadari bahwa tanpa tanaman atau tumbuhan kita tidak akan ada di muka bumi ini. Dan semoga dengan adanya karya ilmiah yang kami buat yang berjudul “pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan kecamabah“ para pembaca tertarik membacanya.

Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© 2011 Share Anything
Designed by Blog Thiet Ke
Posts RSSComments RSS
Back to top